Jumat, 22 Januari 2016

Opini 22/01/2016 17:35

Terlepas dari siapa yang benar dan salah antara polisi dan sopir (https://www.youtube.com/watch?v=TnIpN2y5-mI), tidak sepatutnya kita menghina atau menjelek-jelekkan polisi tersebut apalagi sampai membawa satu instansi kepolisian. 
Jika pak polisi tersebut memang salah dalam memahami pengertian parkir dan berhenti, cukup berikan teguran dan sertakan juga bukti yang mendukungnya dan jangan berlebihan, apalagi sampai membuat pernyataan yang menjelek-jelekkan polisi tersebut, misalnya (maaf) bodoh, tolol, dsb. 
Sebagai seorang manusia, wajar rasanya jika mempunyai kesalahan, tugas yang lain hanyalah memberi teguran atau nasehat. Dan jangan pernah berpikiran hanya karena satu orang polisi yang berbuat kesalahan, maka semua polisi salah. 

Tapi, jika ditanya mengenai pendapat pribadi  mengenai video tersebut, saya setuju sopir tersebut ditilang, karena dia berhenti tanpa alasan yang kuat, misalnya menurunkan penumpang/barang, Dan menurut saya, pengendara yang memberhentikan kendaraannya dipinggir jalan (baik itu parkir atau tidak) tanpa alasan yang jelas hanya akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Dilain sisi, saya juga tidak membenarkan tindakan polisi yang menilang sopir dengan alasan yang salah. Jika polisi tidak tahu atau lupa mengenai UU yang berlaku, baik UU lalu lintas atau yang lainnya, jangan sekali-kali merasa malu atau gengsi untuk mengecek nya, dimana teknologi sekarang sudah maju dan mudah untuk mencari informasi. Jika UU yang diberlakukan untuk menilang pengendara dirasa sudah benar tinggal ditunjukkan kepengendara tersebut. Jika salah, jangan sungkan untuk meminta maaf (jika polisi salah dan meminta maaf, jangan pula pengendara menghina polisi tersebut (kembali baca paragraf pertama)).

Sebagai penutup, pesan yang ingin saya sampaikan adalah jangan sampai rasa persataun yang kita junjung dalam pancasila sila ketiga rusak atau pecah hanya karena masalah ini. Jangan dengan mudahnya menghina seseorang hanya karena kesalahan yang diperbuatnya. Saling memaafkan adalah kunci persatuan dalam hidup ini. Bagi pengendara, tetap patuhi semua peraturan berlalu-lintas demi keselamatan kita bersama, tetap bekerja sama dalam mengawasi para penegak hukum, dan jangan sungkan untuk memberikan teguran atau nasehat. Bagi para penegak hukum, terimakasih jika anda semua sudah menjalankan kewajiban anda dengan baik, sebagai pelindung, pengayom, dan penegak keadilan dimasyarakat, jangan sungkan untuk mengecek kembali jika anda lupa atau tidak tahu, jangan merasa paling benar sehingga tidak mau menerima teguran atau nasehat, dan jangan sungkan untuk meminta maaf jika salah.
Mari bersama-sama kita amalkan butir-butir pengamalan Pancasila sila ketiga.

n.b. Tulisan ini dibuat bukan untuk membenarkan satu pihak atau menyalahkan pihak lain. Tulisan ini dibuat karena saya ingin belajar menulis opini pribadi, dan saya mulai terganggu dengan beberapa postingan dan komentar di media sosial. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar