Sabtu, 20 Juli 2013

Resume MBC Day 9

     MBC Day 9 dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2013. Jumlah kami yang hadir adalah 199 orang dan masih belum memenuhi kuorum yang berjumlah 215 orang. Setelah berdo’a kami dimobilisasi menuju ke GKU Timur lantai 4 untuk memulai materi. Materi pada hari itu adalah sharing bersama dengan kak Nyoman Anjani Ketua kabinet KM ITB. Materi yang disampaikan adalah tentang kepemimpinan.

     Hal pertama yang dijelaskan adalah mengenai perbedaan siswa dan mahasiswa. Jika siswa hanya mendapat pengajaran dan pendidikan sedangkan mahasiswa mempunyai tanggung jawab lebih untuk memajukan rakyat dan negara. Kami diminta secara mandiri untuk mengembangkan karakter. Ada 6 alat/organisasi kemahasiswaan di ITB untuk mengembangkan karakter, yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Unit, Tim beasiswa, MWA-WM, Kabinet, Kongres. Semua alat itu tergabung dalam KM-ITB. Secara umum perbedaan BEM universitas lain dan KM-ITB adalah KM-ITB harus berkoordinasi dengan semua lembaga yang ada di ITB untuk mengambil suatu keputusan (musyawarah).

     Untuk menjadi seorang pemimpin, ada 3 hal yang harus kita miliki. Pertama adalah know the way, artinya adalah kita harus tahu terlebih dahulu apa yang akan kita lakukan, dimana kita berada dan apa perubahaan yang dibawa. Yang kedua adalah show the way, kita harus menyebarkan informasi mengenai gagasan apa yang kita bawa. Dan yang ketiga adalah lead the way, artinya kita harus bisa membawa orang lain dalam gagasan dan tujuan yang kita bawa.

      Selain itu seorang pemimpin haruslah dare to dream and dare to change. Beranilah bermimpi karena seorang yang tidak berani bermimpi berarti tidak punya visi untuk kedepan nanti. Dan sebagai mahasiswa tugas utama kita adalah belajar, tetapi kita juga harus berorganisasi dan bisa menempatkan prioritas dan juga bisa memanejemen waktu dengan baik.

     Visi KM-ITB 2013/2014 (Kabinet pelita muda) adalah KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia. Dan misi nya adalah KM-ITB muda harmonis yaitu suatu usaha untuk menurunkan arogansi antar himpunana maupun antar jurusan, KM-ITB muda dinamis yaitu meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu kampus dan nasional, KM-ITB muda berbakti yaitu menunjukkan kontribusi melalui gerakan-gerakan kemahasiswaan.

 5 arah gerak KM- ITB yaitu :
1.  KM-ITB sebagai pelopor gerakan persatuan dan kesatuan bangsa
2.  KM-ITB sebagai teladan gerakan pengembangan maasyarakat Indonesia
3. KM-ITB konsisten mengawal kebijakan pemerintah agar sesuai dengan tujuan nasional
4. KM-ITB sebagai teladan gerakan kampus berwawasan lingkungan
5. KM-ITB sebagai teladan gerakan pengembangan teknologi tepat guna untuk masyarakat

      Kunci sukses anak ITB ada 3 yaitu kecerdasan, keberanian dan relasi. Kecerdasan bukan hanya saja cerdas akademik, tetapi juga cerdas dalam bertindak dan memilih. Juga kita harus membangun relationship dengan banyak orang karena pada hakikatnya kita ini saling membutuhkan satu sama lain.

      Setelah materi disampaikan diadakanlah sesi tanya jawab. Sesi pertama dibuka 3 pertanyaan yaitu dari juniro Syaiful Bahri, Juniro Diar, dan bonita Alvita.

     Bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri? Keluar dari zona nyaman sehingga kita bisa tahu apa potensi kita, dan tahu kekurangan kita. Kembangkanlah potensi kita melalui wahana/ organisasi dan jangan lupa untuk mengembangkan softskill.

     Bagaimana cara mengatur waktu yang baik dan efisien? Tempatkan jiwa dan raga sesuai tempatnya, saat kuliah ya kuliah, saat main ya main.

     Pertanyaan apa yang Kak Nyoman sendiri belum tahu jawabannya? Pertanyaan yang sulit dijawab adalah mengapa jalan takdir saya seperti ini, mengapa saya terpilih menjadi seorang presiden KM-ITB?. Jawaban yang bisa diberikan hanya merupakan kuasa Tuhan dan dibarengi dengan doa seorang Ibu.

     Cita-cita kakak apa? Mengapa memilih masuk jurusan teknik Mesin? Dulu pas SMA ingin bekerja sebagai drilling operator karena kagum dengan salah seorang alumni. Tapi sekarang ingin menjadi seorang technopreneur.

     Bukannya KM-ITB menolak kenaikan harga BBM? Mengapa banyak juga yang setuju dengan kenaikan BBM? Sebenarnya massa secara logika menyetujui bahwa subsidi BBM harus dicabut sedikit demi sedikit, tetapi setelah melalui kajian, KM-ITB menolak karena momennya kurang tepat untuk menaikkan harga BBM karena sudah dekat dengan lebaran.

     Apa solusi untuk merangkul himpunan yang ada di ITB karena dirasa kabinet KM-ITB  kurang merangkul himpunan yang ada di ITB? Salah satu cara nya yaitu mengundang semua massa himpunan dan massa unit pada saat pembuatan proker.

     Sesi kedua kembali dibuka tiga pertanyaan. Pada sesi ini yang bertanya adalah juniro ammar, juniro Ipung, dan juniro Arfie.

     Bagaimana cara melakukan pendekatan agar orang lain satu pemahaman dengan kita? Mendekati secara personal, kurang lebih sama seperti MLM, membuat janji untuk bertemu dan memberitahu gagasan apa yang kita akan bawa.

     Pergerakan mahasiswa yang idela itu bagaimana? Apakah membela yang benar atau membela rakyat? Pergerakan yang ideal adalah pergerakan moral yaitu menggunakan logika berpikir dan hati nurani untuk membela masyarakat. Sebelum bertindak dan mengambil keputusan, pikirkanlah nasib rakyat kecil.

     Bagaimana cara mengatasi rasa ketakutan saat keluar dari zona nyaman? Hadapilah dengan berani. Kembangkan potensi untuk menutup rasa ketakutan kita, karena semua kesulitan pasti ada solusinya.

      Setelah berakhirnya sesi tanya jawab maka berakhirlah sharing pada hari itu, kami dibubarkan untuk istirahat dan shalat dan harus kembali satu angkatan pada pukul 13.10 WIB.

      Pukul 13.10 siang, kami berkumpul kembali di basement labtek VIII. Tidak ada forum, kami ditagih mengenai buku angkatan yang sudah satu bulan ditugaskan dan dites. Dari enam yang dites, hanya 3 orang yang berhasil menyebutkan semua nama peserta yang hadir pada hari itu. Seniro dan senorita sangat kecewa karena banyak diantara kami yang belum mengenal satu sama lain. Selanjutnya barisan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang hapal lebih dari 150 dan yang hapal kurang dari 150. Saya termasuk kedalam kelompok yang kedua. Kami diminta untuk memberikan alasan kenapa kami hapal kurang dari 150 orang, dan kami juga diminta solusi bagaimana agar kami bisa mengingat satu angkatan. Beberapa solusi yang diajukan adalah membuat sebuah database mengenai identitas dan disertai dengan foto, memaksimalkan kumpul angkatan, dan diadakan semacam games untuk lebih mudah mengingat satu angkatan.


      Setelah selesai, kedua kelompok disatukan dan kami dimobilisasi untuk pulang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar