MBC Day 6
dilaksanakan di Lapangan Parkir Baksil. Pada apel pagi, jumlah kami yang hadir
adalah 199 orang, ditambah 6 orang SP, dan 1 orang yang terlambat, sehingga
jumlah fisik kami yang hadir adalah 206 orang, sesuai dengan jumlah orang yang
mengkonfirmasi kehadiran sebelumnya. Walau ada peningkatan dari day sebelumnya,
jumlah ini masih jauh dari kuorum yang ditetapkan sebelumnya yaitu 228 orang.
Materi pertama
pada pagi itu adalah kami diajarkan beberapa lagu-lagu supporteran HME, yaitu
Disini EL, HME Himpunanku, dan Percayalah.
Disini EL
Disini EL
Disana ...
HME dan .... bersaudara
(diulang 2 x)
Lalalala
HME Himpunanku
HME, HME Himpunanku
Majulah HME pantang mundur
Tunjukkan kilatmu, tunjukkanlah tawamu
Kami satu HME selalu
Percayalah
Perayalah HME
Meski dihadang lawan
Kamu ga sendirian
Yo rame-rame, yo sama-sama
Kita nyanyi bersama
Percayalah HME
Meski penuh ancaman
Kamu ga sendirian
Lalalalala
Pada hari itu
masih banyak diantara kami yang masih belum hapal lirik maupun nadanya. Seniro
dan senorita meminta kami agar serius dan harus hafal lagu-lagu tersebut dan
memberikan performa terbaik pada saat arak-arakan gundala-gundili.
Kemudian kami
dimobilisasi ke saraga untuk latihan pembentukan formasi untuk arak-arakan
nanti. Formasi pertama yaitu formasi U, formasi ini digunakan untuk menyambut
gundala-gundili yang baru keluara dari Sabuga. Formasi ini terdiri dari 35
banjar berada didepan, 4 orang maskot berada di depan 35 banjar, dan 2 barisan
lain disebelah kiri dan kanan dari 35 banjar sehingga membentuk huruf U.
Formasi ini dilakukan sampai semua gundala-gundili selesai membentuk barisan. Selama
gundala-gundili membentuk barisan, kami menyanyikan lagu E-L-Elektro
berulang-ulang sampai barisan terbentuk. Formasi selanjutnya adalah formasi
arak-arakan. Formasi ini terdiri dari 4 orang maskot berada didepan barisan,
dikiri dan kanan nya terdapat satu orang pemegang bendera, sehingga terbentuk 6
banjar. Dibelakang maskot dan pemegang bendera terdapat performers, kemudian
diikuti oleh 4 banjar wisudawan sepanjang 31 shaf. Disisi kiri dan kanan dari
barisan wisudawan dibuat barikade dari angkatan kami. Dibelakangnya diikuti
oleh pengarak. Bagian luar barisan
dikelilingi oleh massa HME lainnya. Kami juga diminta untuk memakai
pakaian yang seragam.
Setelah latihan
pembentukan formasi, kami mengadakan simulasi arak-arakan wisuda dengan
mengelilingi saraga sambil terus menyanyikan lagu-lagu HME. Masih ada kesalahan
tempo antara barisan depan dan belakang, karena tim genderang sebagai pengatur
tempo tidak membawa genderangnya. Untuk formasi arak-arakan, ketika melewati
pintu tunnel, diadakan secara sporadis apabila tidak muat untuk 6 banjar, dan
kemudian harus sesegera mungkin kembali membentuk barisan. Setelah mengadakan
simulasi kami diminta istirahat sebentar, dan diberi tahu rute arak-arakan
yaitu dari saraga ke tunnel terus kedepan melewati jalur lingkar barat.
Setelah istirahat
selama 2 jam, acara dilanjutkan dengan forum yang membahas persiapan acara
arak-arakan mulai dari properti, penampilan, dekorasi, dan kesiapan kami. Dari
properti, pengerjaan karpet hanya tinggal finishing, teko sudah 50%, dan
backdrop 70%. Kendala dari properti yang belum selesai ini adalah waktu kerja
efektif yang berkurang, juga kurangnya SDM karena banyak diklat divisi,
beberapa performer juga membantu sudah membantu dalam pembuatan properti. Masalah
lainnya adalah perkakas pembuatan yang hilang. Solusi yang diajukan adalah
optimalkan kerja dengan cara kerja cerdas, kami harus pandai meletakkan SDM,
untuk properti yang sudah hampir finishing, kami cukup meletakkan beberapa
orang saja, dan yang lainnya membantu di properti lain. Selain itu seniro juga
menawarkan tempat untuk menyimpan perkakas berharga, selain itu seniro juga
menyampaikan untuk jangan sungkan untuk bertanya maupun meminta bantuan.
Untuk performance,
semua gerakan telah selesai, ada 7 scene dengan jumlah semua performers adalah
83 orang. Beberapa kendala dari performance yaitu kurang ekspresi dan kurang
penghayatan. Selain itu latihan sering tidak tepat waktu karena banyak
performers yang sering terlambat hadir sehingga mengganggu jadwal latihan,
speaker juga diperlukan selama latihan. Untuk kostum, seniro dan senorita
meminta agar kostum yang digunakan harus sopan apalagi dibulan suci Ramadhan.
Untuk
performance, awalnya kami diberi tahu bahwa STEI mendapat urutan ketiga yang
akan diperkiran nampil pukul 3 sore, tapi di sore harinya, ternyata STEI
mendapat urutan pertama dan harus performer sekitar pukul 12.00 siang. Durasi
performance yang diberitahukan awalnya adalah 10 menit dan sudah termasuk
persiapan, akan tetapi ternyata ada perubahan disore hari, waktu performance
dipotong menjadi 7 menit.
Diakhir forum, seniro
dan senorita mengingatkan kami agar massa yang ikut acara arak-arakan harus
lebih banyak sehingga ditunjuk seorang PJ untuk masalah kehadiran pada hari
Sabtu nanti. Selain itu, seniro dan senorita juga meminta kami agar menghapal
semua lagu yang telah diajarkan kepada kami. Grasiadi menjadi PJ untuk
memastikan bahwa seluruh angkatan kami hapal seluruh lagu-lagu HME. Dan yang
terakhir kami diminta untuk membawa semangat terbaik untuk performa yang
terbaik pada acara arak-arakan wisuda nanti walaupun sebagian dari kami dalam
keadaaan berpuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar