Jumat, 12 Juli 2013

Resume MBC Day 6

     MBC Day 6 dilaksanakan di Lapangan Parkir Baksil. Pada apel pagi, jumlah kami yang hadir adalah 199 orang, ditambah 6 orang SP, dan 1 orang yang terlambat, sehingga jumlah fisik kami yang hadir adalah 206 orang, sesuai dengan jumlah orang yang mengkonfirmasi kehadiran sebelumnya. Walau ada peningkatan dari day sebelumnya, jumlah ini masih jauh dari kuorum yang ditetapkan sebelumnya yaitu 228 orang.
     
     Materi pertama pada pagi itu adalah kami diajarkan beberapa lagu-lagu supporteran HME, yaitu Disini EL, HME Himpunanku, dan Percayalah.

Disini EL
Disini EL
Disana ...
HME dan .... bersaudara
(diulang 2 x)
Lalalala

HME Himpunanku
HME, HME Himpunanku
Majulah HME pantang mundur
Tunjukkan kilatmu, tunjukkanlah tawamu
Kami satu HME selalu

Percayalah
Perayalah HME
Meski dihadang lawan
Kamu ga sendirian
Yo rame-rame, yo sama-sama
Kita nyanyi bersama
Percayalah HME
Meski penuh ancaman
Kamu ga sendirian
Lalalalala

     Pada hari itu masih banyak diantara kami yang masih belum hapal lirik maupun nadanya. Seniro dan senorita meminta kami agar serius dan harus hafal lagu-lagu tersebut dan memberikan performa terbaik pada saat arak-arakan gundala-gundili.
     
     Kemudian kami dimobilisasi ke saraga untuk latihan pembentukan formasi untuk arak-arakan nanti. Formasi pertama yaitu formasi U, formasi ini digunakan untuk menyambut gundala-gundili yang baru keluara dari Sabuga. Formasi ini terdiri dari 35 banjar berada didepan, 4 orang maskot berada di depan 35 banjar, dan 2 barisan lain disebelah kiri dan kanan dari 35 banjar sehingga membentuk huruf U. Formasi ini dilakukan sampai semua gundala-gundili selesai membentuk barisan. Selama gundala-gundili membentuk barisan, kami menyanyikan lagu E-L-Elektro berulang-ulang sampai barisan terbentuk. Formasi selanjutnya adalah formasi arak-arakan. Formasi ini terdiri dari 4 orang maskot berada didepan barisan, dikiri dan kanan nya terdapat satu orang pemegang bendera, sehingga terbentuk 6 banjar. Dibelakang maskot dan pemegang bendera terdapat performers, kemudian diikuti oleh 4 banjar wisudawan sepanjang 31 shaf. Disisi kiri dan kanan dari barisan wisudawan dibuat barikade dari angkatan kami. Dibelakangnya diikuti oleh pengarak. Bagian luar barisan  dikelilingi oleh massa HME lainnya. Kami juga diminta untuk memakai pakaian yang seragam.

     Setelah latihan pembentukan formasi, kami mengadakan simulasi arak-arakan wisuda dengan mengelilingi saraga sambil terus menyanyikan lagu-lagu HME. Masih ada kesalahan tempo antara barisan depan dan belakang, karena tim genderang sebagai pengatur tempo tidak membawa genderangnya. Untuk formasi arak-arakan, ketika melewati pintu tunnel, diadakan secara sporadis apabila tidak muat untuk 6 banjar, dan kemudian harus sesegera mungkin kembali membentuk barisan. Setelah mengadakan simulasi kami diminta istirahat sebentar, dan diberi tahu rute arak-arakan yaitu dari saraga ke tunnel terus kedepan melewati jalur lingkar barat.

     Setelah istirahat selama 2 jam, acara dilanjutkan dengan forum yang membahas persiapan acara arak-arakan mulai dari properti, penampilan, dekorasi, dan kesiapan kami. Dari properti, pengerjaan karpet hanya tinggal finishing, teko sudah 50%, dan backdrop 70%. Kendala dari properti yang belum selesai ini adalah waktu kerja efektif yang berkurang, juga kurangnya SDM karena banyak diklat divisi, beberapa performer juga membantu sudah membantu dalam pembuatan properti. Masalah lainnya adalah perkakas pembuatan yang hilang. Solusi yang diajukan adalah optimalkan kerja dengan cara kerja cerdas, kami harus pandai meletakkan SDM, untuk properti yang sudah hampir finishing, kami cukup meletakkan beberapa orang saja, dan yang lainnya membantu di properti lain. Selain itu seniro juga menawarkan tempat untuk menyimpan perkakas berharga, selain itu seniro juga menyampaikan untuk jangan sungkan untuk bertanya maupun meminta bantuan.

     Untuk performance, semua gerakan telah selesai, ada 7 scene dengan jumlah semua performers adalah 83 orang. Beberapa kendala dari performance yaitu kurang ekspresi dan kurang penghayatan. Selain itu latihan sering tidak tepat waktu karena banyak performers yang sering terlambat hadir sehingga mengganggu jadwal latihan, speaker juga diperlukan selama latihan. Untuk kostum, seniro dan senorita meminta agar kostum yang digunakan harus sopan apalagi dibulan suci Ramadhan.

     Untuk performance, awalnya kami diberi tahu bahwa STEI mendapat urutan ketiga yang akan diperkiran nampil pukul 3 sore, tapi di sore harinya, ternyata STEI mendapat urutan pertama dan harus performer sekitar pukul 12.00 siang. Durasi performance yang diberitahukan awalnya adalah 10 menit dan sudah termasuk persiapan, akan tetapi ternyata ada perubahan disore hari, waktu performance dipotong menjadi 7 menit.


     Diakhir forum, seniro dan senorita mengingatkan kami agar massa yang ikut acara arak-arakan harus lebih banyak sehingga ditunjuk seorang PJ untuk masalah kehadiran pada hari Sabtu nanti. Selain itu, seniro dan senorita juga meminta kami agar menghapal semua lagu yang telah diajarkan kepada kami. Grasiadi menjadi PJ untuk memastikan bahwa seluruh angkatan kami hapal seluruh lagu-lagu HME. Dan yang terakhir kami diminta untuk membawa semangat terbaik untuk performa yang terbaik pada acara arak-arakan wisuda nanti walaupun sebagian dari kami dalam keadaaan berpuasa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar