Senin, 27 April 2015

LUSTRUM 8 UKM ITB "ANAK NAGARI"

Pada LUSTRUM 8 kali ini mengangkat tema “ANAK NAGARI”, yang mengingatkan kita bahwa Indonesia memiliki keberagaman adat dan budaya, salah satunya budaya MINANG. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, budaya ini semakin terkikis dan makin sedikit orang yang peduli, mau memahami dan menjaga nilai-nilai budaya, terutama dari kalangan pemuda.
Penonton yang datang sudah memenuhi SABUGA sejak pukul 19.20 dimanjakan dengan 7 tarian, 3 musik (1 diantaranya aransemen), drama yang memukau, dan salah satu inovasi yang dibawakan UKM pada Lustrum kali ini yaitu MAPPING PERFORMANCE. Selama hampir 4 jam, UKM memberikan penampilan yang membawa kita ke suasana kampuang nan jauh dimato, dakek dihati (kampung yang jauh dimata, tapi dekat dihati).
Seperti acara DIES NATALIS sebelumnya, acara dibuka dengan “Tari Galombang Pasambahan” yang dibawakan oleh 7 orang pria dan 7 orang wanita, tari ini biasanya ditampilkan pada saat menyambut tamu seperti pada acara baralek gadang (pesta besar), mangangkek panghulu (mengangkat pemimpin), atau acara resmi lainnya. Kemudian pembacaan ayat suci Al-quran dan kata sambutan oleh ketua Lustrum 8, ketua UKM Itb, Bapak Syahril Jafari (PT. Telkom), dan Bapak Rinaldi Munir selaku pembina UKM ITB, dan pengumuman pemenang lomba Cerpen dan Fotografi.
Acara dilanjutkan dengan tarian kombinasi yang menggabungkan 5 orang penari kipas, 6 pria pemegang bendera dan dan 2 pria dengan aksi silatnya. Selanjutnya ada penampilan lagu “MALALA”. Dan drama pun dimulai (akan diceritakan nantinya). Penampilan selanjutnya adalah “Tari Indang” yang menggambarkan pergaulan muda-mudi Minangkabau yang suka bercanda dan mudah bergaul. Tari ini dimainkan oleh 12 pria. Tari selanjutnya adalah “Tari Kipeh Marawa” yang dibawakan oleh 6 pria dan 7 wanita. Tari ini menggambarkan sifat Bundo Kanduang yang memiliki sifat yang lemah lembut, tapi juga harus siap dalam menghadapi masalah dan tegas dalam mengambil keputusan.
Selanjutnya ada “Tari Tapuak Tingkah” yang menggambarkan keceriaan muda-mudi, hal ini terlihat dari temponya yang cepat. Tari ini merupakan gabungan antara tari dan randai, dibawakan oleh 6 pria dan 4 wanita. Ada “Tari Rantak”, dibawakan oleh 6 pria dan 7 wanita. Tari Rantak menggambarkan ketegasan dan kegagahan, digambarkan dengan gerakannya yang menghentak-hentak. Sebelum ditutup, penonton disuguhkan dengan penampilan lagu “BUGIH LAMO”. Dan pada penampilan puncak ada “Tari Piring”, dibawakan oleh 4 pria dan 4 wanita. Diakhir penampilan, 4 pria akan ‘menari’ diatas pecahan piring yang membuat penonton menahan napasnya.
Penampilan Lustrum 8 ditutup dengan penampilan MAPPING PERFORMANCE dan lagu Aransemen (Final Countdown + Popeye). Penampilan dari musik sendiri sangat memukau penonton dengan didominasi alunan talempong dan saluang membuat penampilan LUSTRUM 8 UKM ITB menjadi sesuatu yang akan sulit dilupakan oleh para penikmatnya.

Dari drama, LUSTRUM 8 mengangkat kisah tentang bagaimana adat yang ada di Minangkabau yaitu pergantian datuak (pemimpin negeri). Syahdan, tersebutlah Datuak Rajo Ameh yang memerintah Negeri Antah Barantah sudah berumur cukup tua dan sakit-sakitan. Datuak sendiri memiliki 2 orang anak yaitu Bundo Sari dan Zulaikha. Bundo Sari memiliki anak bernama Fernando yang sejak lahir hidup dan besar di Jakarta akan tetapi Bundo Sari tidak pernah lupa untuk mengajarkan anaknya mengenai adat dan budaya Minangkabau. Sedangkan Zulaikha memiliki anak bernama Kalam Manah yang sopan, baik budi, dan rajin membantu orang tua. Masing-masing dari anak tersebut memiliki MAMAK (Paman) yaitu RAMLI dan LABAI. Baik Labai maupun Ramli menginginkan kemanakan nya yang menjadi pengganti Datuak Rajo Ameh yang telah meninggal. Konflik dimulai saat musyawarah dilakukan, saat tidak mencapai kata mufakat mengenai siapa yang akan menggantikan Datuak, maka diambil keputusan bahwa Kalam Manah dan Nando akan diajari mengenai adat dan budaya Minangkabau oleh BUYA SABA yang merupakan seorang alim ulama. Akan tetapi LABAI tidak setuju dengan keputusan ini dan tetap bersikeras bahwa Kalam lah yang sepatutnya memangku gelar Datuak. Konflik terus berlanjut saat Nando menyukai HALIMAH yang merupakan anak Buya Saba, Kalam Manah sakit hati melihat kejadian ini karena dia juga menaruh hati pada halimah. Dengan hasutan dari Labai, Kalam menyerang Nando dan kawannya. Diakhir cerita, Kalam menyesali perbuatannya yang telah melukai saudaranya sendiri hanya dikarenakan hasutan Labai. Dia merasa dirinya tidak pantas menjadi datuak dikarenakan tindakannya. Akan tetapi Halimah berusaha menguatkan hati Kalam agar ia tidak bersedih dan terus-terusan merasa bersalah. Negeri yang kini porak poranda harus tetap memiliki seorang pemimpin untuk membenahi semuanya, dan kalam lah yang pantas untuk meneruskan gelar Datuak.

nb : Foto menyusul ya, InsyaAllah
Beberapa foto :













Minggu, 19 April 2015

Sepenggal Puisi

Tahukah kau adalah lentera pandu
Dikala sesat mengadu
Menjadi langkah ketika jejakku
Terhuyung dalam gamang penopang hari-hariku
Atas khilaf masa lalu
Atas salah masa silam

Senyummu bercerita
Tentang ada batas diantara rasa
Sungguh sepenuh hati aku mendambamu
Yakinlah usah ragu
Bahwa kita punya rasa seirama
Seperti di setiap senja yang bercerita
Tentang kita
Tentang langit
Tentang pantai
Dan tentang warna dunia

Karena hanya di setiap hadirmu
Kembali kusimpul setitik keyakinan
Dan diteduhnya senyummu
Ada keikhlasan

Dan jangan biarkan
Kukembali kejurang kehampaan
Dalam kebisuan

Yakinlah rasa kita satu
Rasa ini nyata
Dan jika mendambamu salah
Jangan ajari aku apa yang semesti nya biarkan dunia tahu

Kuingin hanya dirimu
Ada disetiap laju hidupku
Mengarungi semestamu
Aku mencintaimu

Selasa, 07 April 2015

Sepenggal Lirik

Sayupan angin sang malam
Membawa diriku
Mengingatkan ku pada dirimu

Aku pun mulai berkhayal
Apabila semua
Berawal dan berakhir bahagia

Sungguh indahnya
Bila semuanya
Berjalan tanpa ada duka

Tapi semuanya
Pasti ada problema
Yang terjadi pada diri kita

Senin, 06 April 2015

Sebuah tanya

Saya merasa iri kepada teman-teman saya yang mempunyai banyak cerita dan pengalaman untuk dibagikan,
Sedangkan saya, apakah akan selalu menjadi pendengar yang baik..

Kamis, 02 April 2015

KAMU

Kamu adalah KAMU
bukan AKU
bukan DIA
bukan MEREKA
bukan KITA
bukan KAMI

dikala siang terang benderang
ataupun digelap gulitanya malam
baik panas yang membara
atau hujan ada rasa didalamnya

Kamu tetaplah KAMU